Rabu, 06 Februari 2013

TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG PERAN ORANG TUA PADA PEMERIKSAAN KPSP (KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN) DI PAUD TUNAS BANGSA DESA KEDUNGBETIK KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN JOMBANG (1,2)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih dalam kandungan. Upaya kesehatan ibu yang dilakukan sebelum dan semasa hamil hingga melahirkan ditujukan untuk menghasilkan keturunan yang sehat dan lahir dengan selamat (Intact Survival). Upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih didalam kandungan sampai 5 tahun pertama kehidupannya ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental maupun sosial serta memiliki intelegensi majemuk sesuai dengan potensi genetiknya (Dinkes, 2007).
Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat banyak yaitu 10 % dari seluruh populasi. Maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian yang serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan yang berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang. Selain hal-hal tersebut, yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak juga perlu dieliminasi dari berbagai faktor lingkungan (Dinkes, 2007).
Dalam proses tumbuh kembang orang tua tidak hanya memperhatikan dan mencukupi kebutuhan fisik bayi saja dengan memberikan makanan bergizi secara seimbang tetapi juga jangan mengabaikan perkembangan jiwa dan sosialnya, misalnya dengan memberikan stimulasi pembelajaran sejak dini. Pembinaan tumbuh kembang anak dimulai dari lingkungan rumah, terutama keluarga yang memberikan dasar bagi anak dalam proses tumbuh kembang yang baik (www.permatacibubur.com. diakses 01 Mei 2010)
Salah satu upaya pembinaan tumbuh kembang anak yang sudah dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan R.I adalah kegiatan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita ditingkat pelayanan dasar. Upaya ini bertujuan untuk mengetahui secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita. Pada tahun 2004 dar 178.131 balita di kota Medan, jumlah balita yang mengalami Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 568 balita (0,46 %) dan Bawah Garis Titik (BGT) sebanyak 4.528 balita (3,6 %). Pencapaian cakupan program Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita hanya sebesar 52 %. (http://repositor.USU.ac.id/oai/requestoai/2009/02/23/ tumbuhkembang/diakses 13 April 2010).
Aspek tumbuh kembang pada anak dewasa ini adalah salah satu aspek yang diperhatikan secara serius oleh para petugas kesehatan, karena hal tersebut merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Namun, sebagian orang tua belum memahami ini, terutama orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan dan soaial ekonomi yang relative rendah. Mereka menganggap bahwa selama anak tidak sakit, berarti anak tidak mengalami masalah kesehatan termasuk pertumbuhan dan perkembangan (Nursalam, dkk, 2005).
Banyak diantara orang tua tidak pernah mengetahui sejauh mana seorang anak dibawah umur 5 tahun atau usia Pra-sekolah mampu belajar. Tidak banyak yang diketahui oleh orang tua tentang apa yang terjadi dalam benak mereka selama masa tersebut, saat tubuhnya mengalami perubahan dan pertumbuhan serta perkembangan. Satu hal yang patut diingat oleh orang tua yang bijak adalah memberi kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk berkembang, tentunya tetap dalam pengawasan orang tua. (D. S. Prasetyono, 2008).
Bidan sebagai konsultan kesehatan berperan dalam hal memberikan penyuluhan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak dengan benar. Caranya bisa dengan memberikan penyuluhan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak diPAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan diposyandu anak. Mengaktifkan keberadaan kelompok peminat kesehatan ibu dan anak (KPKIA) untuk menerapkan KPSP sekaligus mendemostrasikan, serta membuat kelas belajar untuk ibu balita dalam persiapan penerapan KPSP. Karena pada dasar pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak mempunyai ciri-ciri tertentu yang secara normal akan dilewati batasan usia untuk setiap tahap tidak dilalui secara kaku oleh setiap anak (Nursalam, dkk, 2005).
Hasil survey demografi kesehatan pada tahun 2009 melaporkan bahwa pencapaian target DDTK untuk tingkat kabupaten Jombang masih rendah hanya 54,06 % dari 106.583 balita, sedangkan target yang harus dicapai per 1 tahun 80 %. Berdasarkan data pencapaian DDTK Didesa Kedungbetik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang 89,21 % dari 415 balita. Dari hasil prosentase ditempat penelitian ini sangat baik dan itu dilakukan pada balitanya, Namun perlu diteliti pada ibunya. Karena orang tua (terutama ibu) memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.
Pengetahuan orang tua khususnya ibu tentang tumbuh kembang sangat membantu balita mencapai dan melewati pertumbuhan dan perkembangan sesuai tingkatan usianya dengan normal. Dengan lebih mengatahui tentang tumbuh kembang balita yang diharapkan pertumbuhan dan perkembangan anaknya lebih maksimal sehingga kedepannya akan mengahasilkan penerus genersai yang lebih baik.
Atas dasar ini peneliti tertarik untuk meneliti “Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Peran Orang Tua Pada Pemeriksaan KPSP (Kusioner Pra Skrining Perkembangan) Di PAUD Tunas Bangsa Desa Kedungbetik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang”.

1.2  Rumusan Masalah
Bagaimana Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Peran Orang Tua Pada Pemeriksaan KPSP (Kusioner  Pra Skrining Perkembangan) Di PAUD Tunas Bangsa Desa Kedungbetik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang?

1.3  Tujuan Penelitian
Mengetahui  Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Peran Orang Tua Pada Pemeriksaan KPSP (Kusioner Pra Skrining Perkembangan) Di PAUD Tunas Bangsa Desa Kedungbetik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.

1.4  Manfaat Penelitian
a.       Bagi Peneliti
Mendapatkan pengalaman serta dapat menerapkan yang telah didapat diperkuliahan dengan kenyataan tentang Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Peran Orang Tua Pada Pemeriksaan KPSP (Kusioner Pra Skrining Perkembangan) Di PAUD Tunas Bangsa Desa Kedungbetik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.
b.      Bagi Lahan Praktek
Dapat digunakan sebagai masukan guna meningkatkan mutu pelayanan.
c.       Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan bahan kepustakaan acuan penelitian.

1.5  Sistematika Penulisan
BAB I     :   PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, sistematika penulisan.
BAB II    :   TINJAUAN PUSTAKA
Meliputi konsep dasar pengetahuan, konsep dasar ibu, konsep dasar balita, konsep KPSP, kerangka konsep.
BAB III :   METODE PENELITIAN
a.       Desain penelitian yang digunakan.
b.      Populasi, sample dan sampling (Sampling Desain).
c.       Kriteria sample.
d.      Identifikasi variable.
e.       Definisi operasional (dalam bentuk tabel).
f.       Lokasi dan waktu penelitian .
g.      Pengumpulan data dan analisa data.
h.      Tehnik pengumpulan data.
i.        Alat ukur yang digunakan.
j.        Etika penelitian.
k.      Keterbatasan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN        

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Konsep Pengetahuan
2.1.1        Pengertian
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek (Notoatmodjo, 2003 : 127). Penginderaan disini yakin pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
Pengetahuan mempunyai dua pengertian, pertama adalah segala apa yang diketahui (Kepandaian), kedua adalah segala apa yang diketahui berkenaan dengan hal (Kamus besar bahasa Indonesia, 2001).
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya termasuk manusia dan kehidupannya (http//putriazaka. Workpress. Com/ 2006/ 04/ 20/ konseppengetahuan, diakses 13 April 2010).
2.1.2        Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoatdmojo (2003 :128) mengemukakan bahwa pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkat yaitu :
a.           Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall). Oleh sebab itu “tahu“ merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.
b.          Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramal dan lain sebagainya.

c.           Aplikasi (Application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya).
d.          Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen.
e.           Sintesis (Syntesis)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
f.           Evaluasi (Evalution)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang tidak disadari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak disadari oleh pengetahuan. Penelitian Rogers (1974), mengungkapkan bahwa sebelum orang adaptasi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjdi proses berurutan yaitu :
1.      Awarenes (Kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus (objek)terlebih dahulu .
2.      Interest (Merasa Tertarik), terhadap stimulus atau objek tersebut, disini sikap objek sudah mulai tumbuh.
3.      Evalution (Menimbang-nimbang), terhadap baik tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.
4.      Trial (Pemeriksaan), dimana objek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.
5.      Adaption (Mengambil), diman objek telah berperilakusesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.
(Notoatdmojo, 2003 : 121).   

2.1.3        Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan
a.       Pendidikan
Rendahnya pengetahuan dan pendidikan dasar merupakan faktor penyebab mendasr terpenting karena sangat mempengaruhi tingkat kemampuan idividu, keluarga dan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada untuk mendapatkan kecukupan bahan makan seta sejauh mana sarana pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya (Depkes, 2004: 4).
Menurut Sukarni (2000 : 19) pengetahuan dan pendidikan formal serta ikut sertaan dalam pendidikan non formal dari orang tua dan anak-anak sangat penting dalam menentukan status kesehatan, fertilitas dan status gizi keluarga.
b.      Usia
Di Indonesia penduduk usia muda umur 10-14 tahun sudah dapat membaca dan menulis huruf latin, sedangkan tingkat buta huruf paling tinggi terdapat pada penduduk usia lanjut (Sukarni, 2000 : 19)
c.       Pekerjaan
Banyak pabrik mempekerjakan wanita muda yang belum menikah. Jelas ini suatu kesempatan yang baik untuk melengkapi dengan bahan-bahan informasi kesehatan dan keluarga berencana kepada wanita yang belum menikah (Sukarni, 2000 : 22).
d.      Informasi
Dengan adanya informasi tentang cara-cara mencapai hidup sehat, cara memelihara kesehatan, cara-cara menghindari penyakit dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut (Notoatdmojo, 2003 : 145)
e.       Kebudayaan
Kebudayaan dimana kita hidupdan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita, apabila dalam suatu wilayah mempunyai budaya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap pribadi/ sikap seseorang (Saifuddin Azwar, 2007)
f.       Lingkungan
Lingkungan adalah segalah yang berpengaruh pada diri individu dalam berperilaku. Dengan lingkungan dapat mempengaruhi manusia sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya (Purwanto, 1999).
2.1.4        Kriteria Pengetahuan
Secara kuantitatif pengetahuan yang dimiliki seseorang dibagi menjadi tiga yaitu :
a.       Baik           76 % - 100 %
b.      Cukup       56 % - 75 %
c.       Kurang      < 56 %
(Nursalam, 2003)
2.2  Konsep Dasar Ibu
2.2.1        Pengertian Ibu
Ibu adalah sebutan untuk seorang perempuan yang telah melahirkan kita atau wanita yang sudah bersuami. (Sampurno, 2003 : 184).
Ibu adalah panggilan yang lazim kepada wanita yang baik yang sudah bersuami maupun yang belum. (kamus besar bahasa Indonesia, 2001)
Ibu adalah sebutan untuk orang perempuan yang telah melahirkan kita, wanita yang telah bersuami, panggilan yang lazim pada wanita (Poerwodarminto, 2003)
2.3  Konsep Dasar Balita
2.3.1        Pengertian Balita
                        Balita adalah bawah lima tahun, yaitu anak-anak yang berada dalam kelompok usia 0-5 tahun. (Kamus istilah kependudukan keluarga berencana keluarga sejahtera, 1997).
                        Balita adalah anak balita usia 0-5 tahun (Hendra 2003).
                        Balita adalah kepanjangan dari bawah 5 tahun yaitu anak-anak yang berada dalam kelompok usia 0-5 tahun (BKKBN, 2006 : 5).
2.3.2        Balita Dibagi Menjadi Tiga Kelompok
1.         Kelompok usia 0-1 tahun disebut usia bayi
2.         Kelompok usia 1-3 tahun disebut usia toddler
3.         Kelompok usia 3-5 tahun disebut usia Pra-sekolah (APRAS).  
            (BKKBN, 2006 : 5)

2.4        Konsep Peran
2.4.1        Pengertian Peran
            Peran adalah perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat (kamus besar bahasa Indonesia, 2001 : 854).
            Peran adalah sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama (kamus umum bahasa Indonesia, 1984 : 735).
2.4.2        Peran Ibu
Ibu memiliki peran yang cukup penting yaitu :
1.      Mengurus rumah tangga
2.      Sebagai pelindung dari salah satu kelompok peranan sosial
3.      Sebagai anggota masyarakat
4.      Sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarga
(Nasrul Effendy, 1998 : 34)
2.5  Konsep KPSP
2.5.1        Pengertian
KPSP adalah suatu skrining/ pemeriksaan perkembangan anak yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. (Dinkes, 2007 : 48) 
2.5.2        Jadwal Skrining/ Pemeriksaan KPSP Rutin Adalah
Jadwal skrining/ pemeriksaan KPSP pada umur 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66 dan 72 bulan.
Jika anak belum mencapai umur tersebut, minta ibu datang kembali pada umur skrining yang terdekat untuk pemeriksaan rutin. Misalnya bayi umur 7 bulan, diminta kembali skrining KPSP pada umur 9 bulan.
Apabila orang tua datang dengan keluhan anaknya mempunyai masalah tumbuh kembang, sedangkan umur anak bukan umur skrining maka pemeriksaan menggunakan KPSP untuk umur skrining terdekat/ yang lebih mudah.
            (Dinkes, 2007 : 48).
2.5.3        Skrining/ Pemeriksaan Dilakujan Oleh :
a.       Tenaga kesehatan
b.      Guru TK
c.       Petugas PAUD terlatih
(Dinkes, 2007 : 48)
2.5.4        Cara Menggunakan KPSP
Cara menggunakan KPSP sesuai dengan tahapan usia balitanya sekarang jelaskan pada orang tua agar tidak ragu-ragu atau takut menjawab oleh karena itu pastikan ibu atau pengaruh anak mengerti apa yang ditanyakan kepadanya. Setia pertanyaan harus ada satu jawaban catat hasilnya.
            Jumlah Jawaban Ya : 9 atau 10 perkembangan anak sesuai (S)
            Jumlah Jawaban Ya : 7 atau 8 perkembangan anak meragukan (M)
            Jumlah Jawaban Ya : 6 atau kurang kemungkinan ada penyimpangan
            (Dinkes, 2007 : 49).
2.5.5        Lembar KPSP
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 3 BULAN
1.      Pada waktu bayi terlentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan mudah? Jawah TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi bergerak tak terarah/tak terkendali
2.      Pada waktu bayi terlentang, apakah ia melihat dan menatap wajah anda?
3.      Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh) disamping menangis?
4.      Pada waktu bayi terlentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan pergerakan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah?
5.      Pada waktu bayi terlentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir sampai pada sisi yang lain?
6.      Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum, apakah ia tersenyum kembali kepada anda
7.      Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya seperti pada gambar ini?
8.      Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut 450 seperti pada gambar ini?



9.      Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya dengan tegak seperti pada gambar?
                                        
10.  Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau diraba-raba?
(Dinkes, 2007 : 50)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 6 BULAN
1.      Pada waktu bayi terlentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain?
2.      Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak dan stabil? Jawah TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke kanan/kiri atau ke dadanya
3.      Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi (jangan meletakkan di atas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat menggenggam pensil itu selama beberapa detik?
4.      Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah ia dapat mengangkat dada dengan kedua lengannya sebagai penyangga seperti pada gambar?
5.      Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik tetapi bukan menangis?
6.      Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari terlentang ke telungkup atau sebaliknya?
7.      Pernahkah anda melihat bayi tersenyum ketika melihat mainan yang lucu, gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain sendiri?
8.      Dapatkan bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat mengarahkan matanya.
9.      Dapatkan bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun masih berada dalam jangkauan tangannya?
10.  Pada posisi bayi terlentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi duduk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di kiri? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan.
(Dinkes, 2007 : 51)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 9 BULAN
1.      Pada posisi bayi terlentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi duduk. Dapatkan bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan
2.      Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue kering dari satu tangan ke tangan yang lain? Benda-benda panjang seperti sendok atau kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai
3.      Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang, sapu tangan atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi mencoba mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang kursi?
4.      Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue kering, dan masing-masing tangan memegang satu benda pada saat yang sama? Jawab TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan perbuatan ini.
5.      Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi berdiri, dapatkah ia menyangga sebagian berat badan dengan kedua kakinya? Jawab YA bila ia mencoba berdiri dan sebagian berat badan tertumpu pada kedua kakinya.
6.      Dapatkah bayi memungut dengan tangannya benda-benda kecil seperti kismis, kacang-kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan miring atau menggerapai seperti gambar?
7.      Tanpa disangga oleh bantal, kursi atau dinding, dapatkah bayi duduk sendiri selama 60 detik?
8.      Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri?
9.      Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang berdiri di belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti mendengar kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung. Jawab YA hanya jika anda melihat reaksinya terhadap suara yang perlahan atau bisikan.
10.  Letakkan suatu mainan yang diinginkannya di luar jangkuan bayi, apakah ia mencobat mendapatkannya dengan mengulurkan lengan atau badannya?
(Dinkes, 2007 : 52)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 12 BULAN
1.      Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/dipojok, kemudian muncul dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?
2.      Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahan-lahan. Sulitkan anda mendapatkan pensil itu kembali?
3.      Apakah anak anda dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja?
4.      Apakah anak anda dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya “ma-ma”, atau “pa-pa”. Jawab YA bila ia mengeluarkan salah satu suara tadi.
5.      Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda?
6.      Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? Ia akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
7.      Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti pada gambar?
8.      Apakah anak dapat duduk sendiri  tanpa bantuan?
9.      Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi?
10.  Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panci tidak ikut dinilai
(Dinkes, 2007 : 53)

LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 15 BULAN
1.      Tanpa bantuan, apakah anka dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panci tidak ikut dinilai.
2.      Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan?
3.      Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan melambai-lamabi? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.
4.      Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan “mama” jika memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila anak mengatakan salah satu diantaranya.
5.      Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan salama kira-kira 5 detik?
6.      Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?
7.      Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan  kemudian berdiri kembali?
8.      Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
9.      Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa atau terhuyung-huyung?
10.  Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar?
(Dinkes, 2007 : 54)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 18 BULAN
1.      Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.
2.      Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia memanggil/melihat ayahnya atau mengatakan “mama” jika memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila anak mengatakan salah satu diantaranya.
3.      Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
4.      Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?
5.      Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat  membentuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
6.      Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
7.      Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa atau terhuyung-huyung?
8.      Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar?
9.      Jika anda menggelinding bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
10.  Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?
(Dinkes, 2007 : 55)

LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 21 BULAN
1.      Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat  membentuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
2.      Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
3.      Apakah anak anda dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
4.      Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar?
5.      Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia menggelingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
6.      Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan minum dari tempat tersebut tanpa tertumpa?
7.      Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
8.      Apakah anda dapat meletakkan satu kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5.0 cm.
9.      Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang  mempunyai arti selain “papa” dan “mama”?
10.  Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya)
(Dinkes, 2007 : 56)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 24 BULAN
1.      Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
2.      Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas  kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5 cm.
3.      Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain “papa” dan “mama”?
4.      Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya).
5.      Dapatkah anak melapas pakaianya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi dan kaos kaki tidak ikut dinilai).
6.      Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan  pada dinding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang
7.      Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)
8.      Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
9.      Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminati?
10.  Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
(Dinkes, 2007 : 57)

LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 30 BULAN
1.      Dapatkah anak melapas pakiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi dan kaos kai tidak ikut dinilai)
2.      Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau berpegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
3.      Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
4.      Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
5.      Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika ia diminta?
6.      Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan  tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
7.      Bila diberi pensil. Apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
8.      Dapatkah anak melatakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5 cm.
9.      Dapatkah anak menggunakan 2  kata pada saat berbicara seperti “minta minum”, “mau tidur”?
“Terima kasih” dan “Dadag” tidak ikut dinilai
10.  Apakah anak dapat menyebut 3 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan ?
                   
(menyebut dengan suara binatang tidak ikut dinilai)
(Dinkes, 2007 : 58)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 36 BULAN
1.      Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/ petunjuk ?
2.    &nbrp; Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu ? kubus yang digunakan ukuran 2,5-5 cm.
3.      Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti “minta minum“, “mau tidur“ ? “Terima kasih“ dan “Dadag“ tidak ikut dinilai.
4.      Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan ?
                   
(Menyebutkan dengan suara binatang tidak ikut dinilai)
5.      Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak 1,5 meter ?
6.      Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini :
            “ Letakkan kertas ini dilantai “
            “ Letakkan kertas ini dikursi “
            “ Berikan kertas ini kepada ibu “
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi ?
7.      Buat garis lurus kebawah sepanjang sekurang-kurangnya 2,5 cm.
Suruh anak menggambar garis lain di samping garis ini.
Jawab YA bila ia menggambar garis seperti ini :
                                                                                   

Jawab TIDAK bila ia menggambar garis seperti ini :
 


8.      Letakkan selembar kertas seukuran buku ini dilantai. Apakah anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari ?
9.      Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri.
10.  Dapatkah anak menganyuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
(Dinkes, 2007 : 59)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 42 BULAN
1.      Dapatkah anak mengenakan sepatunya senndiri ?
2.      Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter ?
3.      Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya?
4.      Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali.
Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih ?
5.      Letakkan selembar kertas seukuran buku ini dilantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari ?
6.      Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini dikertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran ?
 

                                   
                                    Jawab : YA
 



                                    Jawab : TIDAK
7.      Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu diatas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut ?
8.      Kubus yang digunakan ukuran 2,5-5 cm
9.      Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainanan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain ?
10.  Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kakai tanpa dibantu ? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
(Dinkes, 2007 : 60)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 48 BULAN
1.      Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter ?
2.      Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya?
3.      Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali.
Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih ?
4.      Letakkan selembar kertas seukuran buku ini dilantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari ?
5.      Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini dikertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran ?
 

           

                                    Jawab  : YA



                                    Jawab  : TIDAK                    
6.      Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu diatas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut ?
Kubus yang digunakan ukuran 2,5-5 cm
7.      Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainanan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain ?
8.      Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kakai tanpa dibantu ? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
9.      Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu ? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagaian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
(Dinkes, 2007 : 61)                      
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 54 BULAN
1.    Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu diatas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut ?
     Kubus yang digunakan ukuran 2,5-5 cm
2.    Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainanan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain ?
3.    Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kakai tanpa dibantu ? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
4.    Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu ? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagaian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
5.    Isi  titik-titik dibawah ini dengan jawaban anak jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
     “ Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan ?“
     “ Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar ?“
     “ Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah ?“
     Jawab YA bila anak menjawab  ke 3 pertanyaan tadi dengan benar,
     Bukan dengan geraka atau isyarat.
     Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah “menggigil“, “pakai mantel“ atau “masuk kedalam rumah“ .
     Jika lapar, jawaban yang benar adalah “makan“
     Jika lelah, jawaban yang benar adalah “mengantuk“, “ tidur“,
     “berbaring/ tidur-tiduran“, “istirahat“ atau “diam sejenak“
6.    Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
7.    Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih ?
8.    Jangan mengoreksi atau membantu anak. Jangan menyebut kata “ lebih panjang “.
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.
     Tanyakan : “ mana garis yang lebih panjang ?“
     Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
     Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan
     ulangi pertanyaan tersebut. Setelah anak
     menunjuk, puter lembar ini lagi  dan ulangi
     pertanyaan tadi.
     Apakah anak dapat menunjuk garis yang
     Lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar ?
9.    Jangan membantu anak dan jangan memberi tahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini dikertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan.
Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini ?
 


Jawablah : YA
 


Jawablah : TIDAK
10. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini :
             “ Letakkan kertas ini diatas lantai“
             “ Letakkan kertas ini dibawah kursi“
             “ Letakkan kertas ini didepan kamu“
             “ Letakkan kertas ini dibelakang ini“
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti “diatas“, “dibawah“, “didepan“ dan “dibelakang“.
(Dinkes, 2007 : 62)
LEMBAR KPSP PADA ANAK UMUR 60 BULAN
1.      Isi titik-titik dibawah ini dengan jawaban anak jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
“ Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan ?“
“ Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar ?“
“ Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah ?“
Jawab YA bila anak menjawab  ke 3 pertanyaan tadi dengan benar,
Bukan dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah “menggigil“, “pakai mantel“ atau “masuk kedalam rumah“ .
Jika lapar, jawaban yang benar adalah “makan“
Jika lelah,jawaban yang benar adalah “mengantuk“, “tidur“,
“berbaring/ tidur-tiduran“, “istirahat“ atau “diam sejenak“
2.      Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
3.      Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih ?
4.      Jangan mengoreksi atau membantu anak. Jangan menyebut kata “lebih panjang “.
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.
Tanyakan : “ mana garis yang lebih panjang ?“                           
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan
ulangi pertanyaan tersebut. Setelah anak
menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi
pertanyaan tadi.
Apakah anak dapat menunjuk garis yang
Lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar ?
5.      Jangan membantu anak dan jangan memberi tahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini dikertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini ?
           

                        Jawablah : YA
 


                        Jawablah : TIDAK     
6.      Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini :
“ Letakkan kertas ini diatas lantai“
“ Letakkan kertas ini dibawah kursi“
“ Letakkan kertas ini didepan kamu“
“ Letakkan kertas ini dibelakang ini“
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti “diatas“, “dibawah“, “didepan“ dan “dibelakang“.
7.      Apakah anak bereksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda meninggalkannya ?
 


8.      Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak :
“ Tunjukkan segi empat merah“
“ Tunjukkan segi empat kuning“
“ Tunjukkan segi empat biru“
“ Tunjukkan segi empat hijau“
Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar ?
9.      Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah dia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki ?
10.  Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan ?
(Dinkes, 2007 : 63).
2.5.6        Intervensi
2. 4. 6.1    Bila sesuai
a.         Beri pujian kepada ibu karena telah mengasuh anaknya dengan baik
b.         Teruskan pola asuh dengan tahap perkembangan.
c.         Beri stimulasi perkembangan anak  setiap saat, sesering mungkin,    sesuai denga umur dan kesiapan anak.
d.        Ikutkan anak pada  kegiatan penimbangan dan pelayanana kesehatan di posyandu secara teratur sebulan 1 kali, anak dapat di ikutkan pada kegiatan dipusat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kelompok bermain dan taman kanak-kanak.
     (Dinkes, 2007 : 49)
2. 4. 6. 2   Bila meragukan
a.         Beri petunjuk pada ibu agar melakukan stimulasi perkembangan pada anak lebih sering lagi, setiap saat dan sesering mungkin
b.         Ajarkan ibu cara melakukan intervensi stimulasi perkembangan anak untuk mengatasi penyimpangan/ mengejar ketertinggalannya
c.         Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit yang menyebabkan penyimpangan perkembangannya
d.        Lakukan penilain ulang KPSP 2 minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang sesuai dengan umur anak
e.         Jika hasil KPSP ulang jawaban “YA“ tetap 7 atau 8 maka kemungkinan ada penyimpangan.
(Dinkes, 2007 : 49)
2. 4. 6. 3   Bila penyimpangan
Rujukan ke Rumah Sakit dengan menuliskan jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan (gerak kasar, gerak halus, berbicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian).
(Dinkes, 2007 : 49)
2.6  Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah abstraksi dari suatu realita agar dapat dikomunikasikan dan membentuk suatu teori yang dapat menjelaskan keterikatan antara variable (baik yang diteliti maupun yang tidak diteliti). (Nursalam, 2003 : 115)
Kriteria :
·         Baik     : 76%-100%
·         Cukup  : 56%-75%
·         Kurang : < 56%
 
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Peran Orang Tua Pada Pemeriksaan KPSP
 
                       
Text Box: Faktor yang mempengaruhi Pengetahuan :
-	Pendidikan
-	Usia
-	Pekerjaan
-	Informasi
-	Kebudayaan
-	Lingkungan
 










            Keterangan :
                                    : Variable yang diteliti
                                    : Variable yang tidak diteliti

Gambar  2. 1    Kerangka Konsep Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Peran Orang Tua Pada Pemeriksaan KPSP

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Friends

Blog List