Rabu, 06 Februari 2013

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU NIFAS DI PAVILIUN MELATI RSUD JOMBANG (3,4)


BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian sebagai suatu cara untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan atau pemecahan suatu masalah, pada dasarnya menggunakan metode ilmiah (Notoatmodjo, 2005).
Dalam metode penelitian ini secara rinci memuat desain penelitian, populasi, sampel, dan sampling, kriteria sampel, identifikasi variabel, definisi operasional, lokasi dan waktu penelitian, pengumpulan data dan analisa data, teknik pengolahan data, alat ukur yang digunakan, etika penelitian, keterbatasan.

3.1    Desain penelitian
Desain penelitian merupakan hasil akhir dari suatu tahap keputusan yang dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagaimana suatu penelitian bisa diterapkan. Desain sangat erat dengan kerangka konsep sebagai petunjuk perencanaan pelaksanaan suatu penelitian. Rancangan adalah suatu pola atau petunjuk secara umum yang dapat diaplikasikan pada beberapa penelitian. Dengan adanya permasalahan penelitian yang jelas, suatu rancangan dapat digunakan sebagai gambaran tentang perencanaan penelitian secara rinci dalam hal pengumpulan dan analisis data (Nursalam, 2008).
Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design yaitu mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subyek. Kelompok subyek diadakan pretest sebelum diberi treatment kemudian diukur dengan postest setelah di treatment. Dalam penelitian ini semua subyek mendapatkan perlakuan yang sama dengan waktu dan jangka observasi yang sama pula. Dengan rancangan penelitian sebagai berikut :

Table 3.1   Rancangan Penelitian
Subyek
Pra
Eksperimen
Post
K
O
I
O1

Time 1
Time 2
Time 3

Keterangan :
K = Subyek
O = Observasi sebelum mobilisasi
I = Intervensi
O1= Observasi sesudah mobilisasi dini

3.2       Sampling Desain
3.2.1    Populasi
Populasi adalah setiap subyek (misalnya manusia, pasien) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2003).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas 0-1 hari di Paviliun Melati RSUD Jombang.

3.2.2    Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2002).
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Paviliun Melati RSUD Jombang, yang memenuhi kriteria sampel yaitu 20 ibu nifas.

3.2.3    Sampling
Sampling merupakan suatu proses dalam menyeleksi sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada dengan menggunakan klinik sampel (Notoatmodjo, 2002).
Dalam penelitian ini menggunakan consecutive sampling yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subyek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu 1 minggu, sehingga jumlah pasien yang diperlukan terpenuhi (Nursalam, 2008).

3.3       Kriteria sampel
Penentuan kriteria sampel sangat membantu penleiti untuk mengurangi bias hasil penelitian, khususnya jika terhadap variabel-variabel (kontrol/ perancu/ yang ternyata mempunyai pengaruh terhadap variabel yang kita teliti. (Nursalam, 2003)
3.3.1        Bersedia menandatangani lembar persetujuan menjadi responden
3.3.2        Tingkat kesadaran ibu nifas setelah melahirkan adalah composmentis atau sadar penuh
3.3.3        Ibu nifas tidak mengalami perdarahan post partum
3.3.4        Ibu tidak mengalami syok hypovolemik
3.3.5     Ibu nifas yang diteliti adalah 2 jam post partum normal setelah itu 24 jam setelah melahirkan dengan pasien yang sama.

3.4       Identifikasi variabel
Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo, 2005).

3.4.1    Variabel Independent
Variabel independent adalah variabel bebas, sebab, mempengaruhi variabel lain (Notoatmodjo, 2002). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independent adalah mobilisasi dini.

3.4.2    Variabel Dependent
Variabel dependent adalah variabel tergantung, akibat, terpengaruh dengan variabel yang lain (Notoatmodjo, 2002). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependent adalah penurunan Tinggi Fundus Uteri.


3.5       Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut. (Nursalam, 2008)
Tabel 3.2   Definisi Operasional Penelitian Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri
Variabel
Definisi operasional
Parameter
Alat ukur
Skala
Skor
Variabel independent
Mobilisasi dini




















Variabel dependent
Penurunan Tinggi Fundus Uteri
Definisi Mobilisasi dini, manfaat mobilisasi dini, teknik mobilisasi dini.


















Mengalami penurunan Tinggi Fundus Uteri mulai 2 jari di bawah pusat sampai tidak teraba di atas simfisis(setelah 2 minggu).
1.menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit, menegangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki
2. miring ke kanan dan ke kiri
3. ibu diajari duduk secara perlahan-lahan
4. setelah ibu dapat duduk, dianjurkan belajar berjalan

Mengobservasi penurunan Tinggi Fundus Uteri pasien.

-























Observasi
-























Interval
-























Penurunan Tinggi Fundus Uteri:
Sepusat sampai pusat- simfisis
3.6       Lokasi dan Waktu Penelitian
3.6.1    Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Paviliun Melati RSUD Jombang.

3.6.2    Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah lamanya pelaksanaan penelitian atas waktu yang dijadikan peneliti untuk mendapatkan data dari responden mulai bulan juni 2009.

3.7       Pengumpulan Data dan Analisa Data
3.7.1    Pengumpulan Data
Adalah suatu proses pendekatan kepada subyek dan proses pengumpulan karakteristik subyek yang diperlukan dalam suatu penelitian. (Nursalam, 2008)
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari observasi pasien dan melakukan wawancara.

3.7.2    Analisa Data
Dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs. Teknik ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan uji statistik Wilcoxon Match Repairs test dengan menggunakan tingkat kemaknaan α < 0,05 menggunakan bantuan  SPSS. Bila α < 0,05 berarti hipotesa penelitian diterima yaitu ada pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan Tinggi Fundus Uteri pada ibu nifas. 

3.8       Teknik Pengumpulan Data
                        Setelah objek bersedia menjadi responden maka peneliti akan mengobservasi Tinggi Fundus Uteri sebelum diberikan perlakuan, diberi perlakuan, kemudian tahap selanjutnya adalah mengobservasi Tinggi Fundus Uteri setelah perlakuan, kemudian disimpulkan adakah penurunan Tinggi Fundus Uteri sebelum dan sesudah diberi perlakuan.

3.9       Alat Ukur
Penelitian ini menggunakan alat ukur dengan cara mengobservasi TFU pasien yang sudah melakukan mobilisasi dini dan yang belum melakukan mobilisasi dini dengan jari-jari tangan. Observasi ini dilakukan dengan mengedarkan lembar persetujuan responden untuk kesediaannya menjadi objek dalam melakukan observasi penurunan Tinggi Fundus Uteri.

3.10     Etika Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan mendapatkan persetujuan dari pembimbing dan permintaan ijin kepada Direktur Akademi Kebidanan FIK UNIPDU serta kepada Direktur RSUD Jombang selanjutnya kepada kepala ruangan Paviliun Melati RSUD Jombang.
3.10.1 Informed consent
Subyek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden. Pada informed consent juga perlu dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu (Nursalam, 2008).

3.10.2 Anonymity (Tanpa nama)
Untuk menjaga kerahasiaan pasien yang akan diteliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data cukup diberi nomor kode tertentu.

1.10.3                Confidentiality(Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi pasien dijamin oleh penulis hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil penelitian.

3.11    Keterbatasan Penyusun KTI
Keterbatasan merupakan kelemahan dan hambatan dalam penelitian, dalam keterbatasan yang dihadapi peneliti adalah



3.11.1 Literatur
Literatur yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian kurang memadai sehingga dalam penyempurnaan penelitian memerlukan waktu yang cukup lama.

3.11.2 Kelemahan Lain
Karena peneliti baru pertama kali melakukan penelitian menyebabkan hasil penelitian kurang maksimal.















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

            Pada bab ini akan diuraikan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari observasi tentang pengaruh mobilisasi dini pada ibu nifas di Paviliun Melati RSUD Jombang.
            Sampel pada penelitian ini adalah ibu nifas dengan persalinan normal. Dengan menggunakan teknik consecutive sampling, sehingga responden yang diteliti adalah sebanyak 20 responden. Pernyataan data dalam bab ini dibagi dua yaitu data umum dan data khusus, dimana data umum menampilkan karakteristik responden yang terdiri dari umur dan tingkat pendidikan responden. Data kasus membahas tentang pengaruh mobilisasi dini pada ibu nifas.
4.1              HASIL PENELITIAN
4.1.1        Data Umum
Data ini menggambarkan karakteristik responden meliputi umur dan tingkat pendidikan pasien.
4.1.1.1  Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
No
Kelompok umur
Frekuensi
Prosentase (%)
1.
2.
3.
4.
< 24 tahun
25-29 tahun
30-36 tahun
> 35 tahun
7
6
5
2
35 %
30 %
25 %
10 %
Total
20
100%
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Di Paviliun Melati RSUD Jombang Juni 2009.
           
Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa ibu nifas berumur < 35 tahun yaitu sebanyak18 responden (90 %). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas tidak mengalami resiko tinggi.

4.1.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Paviliun Melati RSUD Jombang Juni 2009.
No
Tingkat Pendidikan
Frekuensi
Prosentase (%)
1.
2.
3.
4.
SD
SMP
SMA
PT
6
8
5
1
30 %
40 %
25 %
5 %
Total
20
100 %
Ibu nifas cenderung berpendidikan SD dan SMP yaitu sebanyak 14 responden (70 %) yang dapat dilihat pada tabel 4.2, ini menunjukkan ibu nifas banyak yang pengetahuannya masih kurang.
                    
4.1.2    Data Khusus
4.1.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan TFU Sebelum Mobilisasi Dini
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi TFU Sebelum Mobilisasi Dini di Paviliun Melati RSUD Jombang Juni 2009.
No
TFU Sebelum Mobilisasi Dini
Frekuensi
Prosentase (%)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Setinggi pusat
1 jari di bawah pusat
2 jari di bawah pusat
3 jari di bawah pusat
Pertengahan pusat simfisis
Tidak teraba di atas simfisis
13
5
2
-
-
-
65 %
25 %
10 %
0 %
0 %
0 %
Total
20
100 %
 Sebagian besar responden mempunyai Tinggi Fundus Uteri setinggi pusat yaitu sebanyak 13 responden (65 %). Dalam hal ini menunjukkan TFU pada ibu nifas masih batas normal.
4.1.2.1  Karakteristik Responden Berdasarkan TFU Setelah Mobilisasi Dini
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi TFU Setelah Mobilisasi Dini di Paviliun Melati RSUD Jombang Juni 2009.
No
TFU Setelah Mobilisasi Dini
Frekuensi
Prosentase (%)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Setinggi pusat
1 jari di bawah pusat
2 jari di bawah pusat
3 jari di bawah pusat
Pertengahan pusat simfisis
Tidak teraba di atas simfisis
2
3
5
8
2
-
10 %
15 %
25 %
40 %
10 %
-
Total
20
100 %
Mayoritas ibu nifas mengalami penurunan TFU 2 jari di bawah pusat dan 3 jari di bawah pusat yaitu sebanyak 13 responden (65 %). Hal ini menunjukkan terjadi penurunan TFU setelah dilakukan mobilisasi dini.

4.1.2.2  Karakteristik Responden Berdasarkan Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan TFU Pada Ibu Nifas
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan TFU Setelah Melakukan Mobilisasi Dini Di Paviliun Melati RSUD Jombang Juni 2009.       
No.
Pengaruh Pada TFU Sesudah Mobilisasi Dini
Frekuensi
Prosentase (%)
1.
2.
Menurun
Tetap
18
2
90 %
10 %
Total
20
100 %
Lihat tabel 4.5 sebagian besar ibu nifas mengalami penurunan TFU yaitu responden sebanyak 18 responden (90 %) sedangkan TFU yang tetap hanya 2 responden (10%). Hal ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini mempengaruhi penurunan TFU meskipun masih ada 2 responden yang TFUnya masih belum turun.
            Hasil uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Pada ini dengan membandingkan nilai pre test dan post test didapatkan tingkat signifikansi nilai P-Value = 0,000 yang lebih kecil dari α ≤ 0,05 berarti Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan TFU pada ibu nifas di Paviliun Melati RSUD Jombang.

4.2              PEMBAHASAN
Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian sesuai dengan observasi penurunan TFU yang telah dilakukan.

4.2.1        TFU Pada Ibu Nifas Sebelum Melakukan Mobilisasi Dini
           Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap ibu nifas sebanyak 20 orang. Ibu nifas yang TFUnya terdiri dari TFU setinggi pusat ada 13 ibu nifas (65 %), TFU 1 jari di bawah pusat ada 5 ibu nifas (25 %), TFU 2 jari di bawah pusat ada 2 ibu nifas (10 %).
           Hasil observasi dan tabulasi didapatkan didapatkan sebagian ibu nifas dengan TFU setingi pusat. Setelah melahirkan 2 jam post partum ibu nifas belum mengalami penurunan TFU. Hal ini dikatakan normal tetapi ibu nifas perlu pengawasan yang ketat untuk mewaspadai adanya perdarahan post partum.
           Pada akhir tahap ketiga persalinan, uterus berada di tengah, kira-kira 2 jari di bawah umbilikus dengan bagian fundus bersandar pada promontorium sakralis. Pada saat ini besar uterus kira-kira sama dengan besar uterus sewaktu usia kehamilan 16 minggu beratnya kira-kira 1000 gr. Dalam waktu 12 jam, TFU mencapai kurang lebih 1 jari di atas umbilikus. Dalam beberapa hari kemudian, perubahan involusi berlangsung dengan cepat. Fundus turun kira-kira 1 sampai 2 jari setiap 24 jam. Pada hari pascapartum keenam fundus normal akan berada di pertengahan antara umbilikus dan simfisis pubis. Uterus tidak bisa di palpasi pada abdomen pada hari ke-9 masa nifas (Bobak dkk, 2004).
                                          
4.2.2        TFU Pada Ibu Nifas Setelah Melakukan Mobilisasi Dini
           Dari hasil penelitian, pada tabel 4.4 dengan memberikan dan melatih klien melakukan mobilisasi dini untuk menurunkan TFU, sehingga klien yang TFUnya setinggi pusat ada 2 ibu nifas (10 %), TFU 1 jari di bawah pusat ada 3 ibu nifas (15 %), TFU 2 jari di bawah pusat ada 5 ibu nifas (25 %), TFU 3 jari di bawah pusat ada 8 ibu nifas (40 %), TFU pertengahan pusat-simfisis ada 2 ibu nifas (10 %).
           Hasil observasi peneliti didapatkan sebagian besar ibu nifas mengalami penurunan TFU setelah melakukan mobilisasi dini. Hal ini karena mobilisasi dapat memperlancar darah ke dalam uterus sehingga kontraksi uterus akan baik dan fundus uteri akan menjadi keras. Kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang terbuka dan perdarahan tidak terjadi sehingga penurunan TFU berlangsung dengan cepat (Varney’s, 2004).
           Mobilisasi dini merupakan aktivitas segera yang dilakukan secepat mungkin setelah beristirahat beberapa jam dengan beranjak dari tempat tidur ibu pada persalinan normal. Mobilisasi dapat mengurangi bendungan lochia dalam rahim, meningkatkan peredaran darah sekitar alat kelamin, mempercepat normalisasi alat kelamin dalam ke keadaan semula (Manuaba, 2000). Karena mobilisasi dini penting ketika terjadinya penurunan TFU dan mempercepat proses penyembuhan pada ibu nifas sehingga mobilisasi dini sangat tepat untuk dijadikan terapi yang menjadikan tindakan nonfarmakologios yang harus diintervensikan pada ibu nifas.

4.2.3        Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan TFU Pada Ibu Nifas
           Dari data yang didapatkan peneliti, dapat disimpulkan bahwa pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan TFU pada ibu nifas adalah sengat besar yaitu 18 ibu nifas (90 %) diantaranya mengalami penurunan TFU meskipun masih ada 2 ibu nifas (10 %)       yang tetap TFU.
           Hasil observasi peneliti menunjukkan setelah melakukan mobilisasi dini ibu nifas mengalami penurunan TFU. Ini menunjukkan mobilisasi dapat mempengaruhi penurunan TFU pada ibu nifas setelah 2 jam post partum.
                        Mobilisasi dini adalah kebijakan untuk segera membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbing penderita berjalan (http://Indonesiannursing.com).
           Pada klien dengan masa nifas, yang mengalami penurunan TFU ketika setelah melahirkan yang mana penurunan TFU dapat berlangsung 2 jam post partum dan kembalinya uterus ke keadaan semula sampai 10 hari. Sehingga mobilisasi dini dapat dilakukan dan diberikan pada ibu nifas (selain terapi farmakologis) untuk jangka waktu yang terbatas dan tidak memiliki efek samping.
           Mobilisasi dini dapat langsung dilakukan setelah melahirkan asalkan rasa nyeri dapat ditahan dan keseimbangan tubuh tidak lagi menjadi gangguan, dengan bergerak masa pemulihan untuk mencapai level kondisi seperti sebelum melahirkan dapat dipersingkat. Hal ini akan mencegah kekakuan otot dan sendi sehingga juga mengurangi nyeri, menjamin kelancaran peredaran darah, memperbaiki pengaturan metabolisme tubuh, mengembalikan kerja fisiologis organ-organ vital yang pada akhirnya justru akan mempercepat penurunan TFU.
           Karena penurunan TFU merupakan hal yang penting dimana mobilisasi dini dapat berpengaruh pada penurunan TFU dengan dilakukan mobilisasi secara dini akan melancarkan pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga dapat mempercepat penurunan TFU serta dapat mengembalikan kondisi ibu dengan cepat.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Friends

Blog List